Apa yang aku kumpulkan di sini adalah seperti apa yang dikumpulkan Syaikh Abu Bakr Al Qahthani rahimahullah dalam Al Marji'ul 'Ilmiyyatul 'Ammah. Sebagian yang aku kumpulkan di sini juga sebagian berasal dari artikel beliau rahimahullah. Beliau rahimahullah mengatakan, “Ini merupakan sebagian referensi ilmiah dari buku-buku terdahulu maupun sekarang yang membantu seorang muslim dan menggambarkan metode yang benar dalam memahami mazhab Ahlul Haqq was Sunnah wal Jama’ah, menjelaskan yang benar dalam berbagai perkara dan kejadian zaman ini seputar bab-bab keimanan secara umum. Kami telah berupaya keras dalam mengumpulkan dan mengategorikannya dengan harapan bisa memberi manfaat bagi siapa saja yang berupaya meraih kebenaran dan keteguhan di atasnya.”[1]

Syaikh Abu Bakr Al Qahthani rahimahullah kemudian memberikan peringatan atas buku rekomendasinya dalam Marji'atul 'Ilmiyyatul 'Ammah, “1. Jika disebutkan pada sebagian risalah atau pun kitab pada artikel ini, bukan berarti manhaj para penulisnya baik (bukan pula) sebagai sanjungan terhadap mereka. Akan tetapi yang mendorong kami atas penyebutannya adalah bahwasanya hikmah yang dicari seorang mukmin itu ia dapati di mana saja, maka lebih berhak baginya, sebagaimana tertera dalam kata pepatah.
2. Sebagaimana bahwa sebagian dari kitab dan kompilasi ini tidaklah terlepas dari kesalahan ilmiah dan kekeliruan secara manhaj sebagai hasil dari buruknya akidah, kealpaan, keraguan, atau ijtihad yang keliru dari penyusunnya pada sebagian tulisan. Akan tetapi banyaknya yang benar di dalamnya menyempurnakan atas sedikit kekeliruan daripadanya.
3. Pemilihan sebagian referensi dari kitab-kitab dan ringkasan yang disebutkan adalah karena memiliki pengaruh yang baik dan dapat diterima di dalam lingkaran Islam secara umum dan gerakan jihad secara khusus. Bukan karena sebab tidak memerlukan referensi kitab-kitab syar’i yang ada. Hanyasanya karena supaya dapat memahami manhaj yang benar dan membantu penggambaran realita dengan konsep yang jelas. Di samping itu karena terdapat petunjuk yang banyak di baliknya dari para pemimpin, mujahidin, dan ulama kepada jalan yang benar dalam penegakan kekuasaan Allah di bumi-Nya.”[2]

Nashir Al Fahd dalam Manhajun Mujazun fi  Thalabil 'Ilmi mengatakan, “Adapun untuk menetapkan buku-buku dalam setiap bidang, maka setiap marhalah berbeda-beda sesuai pada perbedaan masing-masing waktu, tempat, mazhab, atau guru.”[3]

A. Bekal Menuntut Ilmu

Yaitu buku-buku yang berisi nasihat dalam menuntut ilmu.

1. Ta'limul Muta'allim karya Imam Burhanuddin Az Zarnuji rahimahullah
2. Risalah ila Thulabul 'Ilmi karya Syaikh Abu 'Abdirrahman Al Atsari Sulthan bin Bajad Al 'Utaibi rahimahullah
3. Hilyah Thalabil 'Ilmi karya Syaikh Bakr Abu Zaid rahimahullah
4. Manhajun Mujazun fi Thalabil 'Ilmi karya Nashir Al Fahd
5. Jadwalum Mu'in karya Syaikh Abu Humam Al Atsari rahimahullah

B. Aqidah

Di sini disebut-sebutkan buku-buku bertemakan akidah dari ulama mutaqaddimin[4] hingga ulama mutaakhkhirin,[5] dari buku-buku yang ringkas hingga buku-buku yang tebal dan kompleks, dari masalah-masalah rububiyyah, uluhiyyah, asma' wa shifat, dan hakimiyyah. Begitu pula masalah pembatal keislaman dan vonis takfir atasnya.

1. Ushulus Sunnah karya Imam Ahmad bin Hanbal Asy Syaibani rahimahullah
2. Ushulus Sunnah karya Imam Al Hasan bin 'Ali Al Barbahari rahimahullah
3. Aqidah Ath Thahawiyyah karya Imam Abu Ja'far Ath Thahawi rahimahullah
4. Syarh Aqidah Ath Thahawiyyah karya Imam Ibnu Abil 'Izz rahimahullah
5. Lum'atul I'tiqad karya Imam Ibnu Qudamah Al Maqdisi rahimahullah
6. Al Washitiyyah, Al Hamawiyyah, At Tadmuriyyah, Kitabul Iman, dan Majmu' Fatawa karya Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah rahimahullah
7. Kitabut Tauhid, Ushuluts Tsalasah, Ushulus Sittah, Ma'na Laa Ilaha Ilallah, Qawa'idul Arba'a, Masa'ilul Jahiliyyah, Nawaqidhul Islam, Al Wala wal Bara', dan Kasyfusy Syubuhat karya Syaikh Muhammad bin 'Abdil Wahhab At Tamimi rahimahullah
8. Fathul Majid karya Syaikh 'Abdurrahman bin Hasan At Tamimi rahimahullah
9. Hadzihi Aqidatuna, Millatu Ibrahim, Risalah Ats Tsalatsiniyyah, dan Kasyfun Niqab karya 'Isham Al Burqawi
10. Muqarrar fit Tauhid karya Hai'atul Buhuts wal Ifta'
11. Taqrirat Mufidah karya Maktabul Buhuts wad Dirasat
12. Tibyan Syarh Nawaqidhul Islam karya Sulaiman bin Nashir Al 'Ulwan
13. Ijazul Kalam fi Syarh Nawaqidhul Islam karya Syaikh Anas bin 'Abdil 'Aziz An Nasywan rahimahullah
14. Al Ba'its karya Syaikh Abu Ya'qub Al Maqdisi rahimahullah
15. Silsilah 'Ilmiyyah Manhajiyyah karya Syaikh Abu Muslim Al Mishri, Syaikh Abu Muhammad Al Mishri, dan Syaikh Abu Ya'qub Al Maqdisi rahimahullah
16. Syarhu Kasyfusy Syubuhat dan Qawa'idul Mutsla karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al 'Utsaimin rahimahullah
17. Nazharat fil Ijma'i Qath'i karya Syaikh Abu Yahya Al Libbi rahimahullah
18. Qaulul Mukhtar dan Rad 'alal Anbari karya Syaikh Hamud bin 'Uqla Asy Syu'aibi rahimahullah
19. Hadzihi Aqidatuna karya Amirul Mu'minin Hamid bin 'Abdillah Az Zawi rahimahullah
20. Tadzkirah karya Abu Bakar Ba'asyir
21. Aqidah Salaf karya Imam Abu Isma'il Ash Shabuni rahimahullah
22. Risalatu Tahkim Qawaninil Wadh'iyyah karya Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh rahimahullah

C. Dirasatul Firaq

Hendaknya orang itu mengetahui aliran-aliran sesat sehingga dapat menjauhinya.

1. Al Farqu bainal Firaq karya Imam Abul Manshur Al Baghdadi rahimahullah
2. Al Milal wan Nihal karya Imam Abul Fath Asy Syahrastani rahimahullah
3. Al Fashlu fil Milali wal Ahwa'i wan Nihal karya Imam Ibnu Hazm Azh Zhahiri rahimahullah
4. Al 'Ilmaniyyah dan Zhahiratul Irja' karya Syaikh Safar Al Hawwali rahimahullah
5. Imta'un Nazhr Kasyfusy Syubuhatil Murji'atul 'Ashr dan Tabshir karya 'Isham Al Burqawi
6. Jawabu Su'al fil Jihadid Daf'i karya Syaikh 'Athiyyatullah Al Libbi rahimahullah
7. Bahtsun fil Khawarij karya Hussain bin Mahmud
8. Tabshirul Muhajjij karya Syaikh Abu Humam Al Atsari rahimahullah
9. Khadz'ul Waram minal Khawarij karya Habib bin Ustadz Muhammad bin Sayyid Yusuf Al Barnawi

D. Fikrah

1. Ma'alim fi Thariq dan Mustaqbal li Hadzad Din karya Ustadz Sayyid Quthb rahimahullah
2. Hal Nahnu Muslimun, Jahiliyyatul Qarnil 'Ishriyyin, Waqi'unal Mu'ashir, dan Shahwatul Islamiyyah karya Syaikh Muhammad Quthb rahimahullah
3. Al Islam bainal 'Ulama wal Hukkam karya Syaikh 'Abdul 'Aziz Al Badri rahimahullah
4. Taujihat Manhajiyyah karya Imamul Mujaddid Abu 'Abdillah rahimahullah
5. Tha'ifatul Manshurah karya 'Umar bin Mahmud
6. Manhaju Hayyah karya Syaikh Maisarah Al Gharib rahimahullah
7. Tarbiyyah Jihadiyyah karya Syaikh 'Abdullah 'Azzam rahimahullah


E. Nahwu

Nashir Al Fahd mengatakan, “Mengenai ini aku memperingatkan dua hal:
Pertama, sesungguhnya mutqin dalam ilmu nahwu secara teori tidaklah bermakna akan selamat dari lahn sama sekali. Telah diketahui bahwa sebagian para imam nahwu pun juga terkadang terjatuh pada lahn dan di antara cara terbaik untuk memperbaiki lisan ialah dengan membaca sejumlah kitab yang ber-syakl (berharakat) dengan suara lantang. Semakin banyak membaca, maka lisannya akan semakin lebih baik, dan dengan mengulang-ulangi ini akan menghasilkan kemampuan yang spontan dalam mengenali bahasa 'Arab, in syaa Allah Ta'ala.
Kedua, me-mutqin-kan nahwu secara teori dan praktik dapat menyelamatkan dari lahn dan dapat mengetahui i’rab setiap kalimatnya. Bukan berarti ia akan memiliki perkataan yang baik dalam balagah, bayan, dan keindahan tutur kata. Untuk mendalami hal tersebut, maka tempatnya di ilmu adab (sastra, ed), bukan di ilmu nahwu. Apabila seorang pelajar ingin meningkatkan kualitas tutur katanya hendaknya ia mempelajari buku-buku syair 'Arab, buku-buku ahli balagah, dan tokoh-tokoh ilmu bayan, dan hendaknya ia menghafal bait-bait syair dan adab yang ia bisa. Lalu juga merujuk kepada buku-buku yang membahas tentang Al Insya, seperti Al Mutsulus Sair karya Ibnul Atsir dan yang lainnya.”[6]

1. Al Ajurumiyyah
2. Alfiyyah Ibnu Malik

F. Ushul Fiqh

Nashir Al Fahd mengatakan, “…buku-buku usul tidak terlepas dari istilah-istilah yang samar dan membingungkan disebabkan terlalu banyaknya mushthalahat (istilah-istilah) ushuliyyah dan kalamiyyah di dalamnya, maka sebaiknya bagi seorang pemula untuk memulai dengan membaca buku-buku kontemporer seperti Ushul Fiqh karya Khallaf, Al Khudhari, Zaidan, dan selainnya. Jika telah menyelesaikannya, maka baru lanjut ke buku-buku mutaqaddimin.”[7]

1. Al Mustashfa karya Imam Abu Hamid Al Ghazali rahimahullah
2. I'lamul Muwaqi'in karya Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyyah rahimahullah
3. Ushul Fiqh karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al 'Utsaimin rahimahullah

G. Fiqh

Nashir Al Fahd mengatakan, “Matan-matan-nya beragam sesuai dengan masing-masing mazhabnya.”[8]

Nashir Al Fahd juga mengatakan, “…kebanyakan orang-orang yang menisbatkan dirinya kepada hadis di generasi kita ini, mereka mencela sikap bermazhab atau terhadap buku-buku ini, tentu pandangan seperti ini perlu dikoreksi, karena yang tercela adalah sikap ta’ashhub (fanatik buta). Adapun mempelajari dan mengenal mazhab-mazhab melalui buku-buku tersebut, maka itu tidaklah masalah. Pada hal ini terdapat rincian yang keberadaannya tidak dapat dibendung.”[9]

1. Safinatun Najah karya Syaikh Salim Al Hadrami rahimahullah
2. At Taqrib karya Qadhi Abu Syuja' rahimahullah
3. Fathul Qarib karya Syaikh Muhammad bin Qasim rahimahullah
4. Fathul Mu'in karya Syaikh Zainuddin Al Malibari rahimahullah
5. Al Iqna' karya Al Khatib Asy Syarbini rahimahullah
6. Kifayyatul Akhyar karya Imam Abu Bakr Al Hushni rahimahullah
7. Al Minhaj dan Raudhatuth Thalibin karya Imam Abu Zakariyya An Nawawi rahimahullah
8. Bidayatul Mujtahid karya Imam Ibn Rusyd Al Maliki rahimahullah
9. Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq rahimahullah
10. Mausu'ah Fiqh Kuwait
11. Masa'il min Fiqh Jihad karya Syaikh Abu 'Abdillah Al Muhajir rahimahullah
12. Shahilul Jiyyad karya 'Abdurrahim bin Murad Asy Syafi'i
13. Masyari'ul Asywaq karya Imam Ibnu Nuhas Ad Dimasyqi rahimahullah
14. Al Arba'un karya Syaikh Abu Yahya Al Libbi rahimahullah
15. Hidayyatul Hayara karya Syaikh Yusuf bin Shalih Al 'Uyyairi rahimahullah
16. Masail Jiyyad karya Maktabul Buhuts wad Dirasat
17. Nihayyah wal Khulashah karya Syaikh 'Abdullah 'Azzam rahimahullah

H. Imamah & Siyasah

Yaitu buku-buku perkaitan kepemimpinan dan masalah politik.

1. Ahkamus Sulthaniyyah karya Imam Abul Hasan Al Mawardi rahimahullah
2. Muqaddimah karya Imam Ibn Khaldun rahimahullah
3. Siyasah Syar'iyyah karya Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyyah rahimahullah
4. Siyasah Syar'iyyah karya Syaikh Abu 'Umar As Saif rahimahullah
5. Imamatul 'Uzhma karya 'Abdullah Ad Dumaiji
6. Din Demokrasi karya 'Isham Al Burqawi
7. Daulatul Islamiyyah karya Syaikh Taqiyyuddin An Nabhani rahimahullah
8. Khamsuna Mafsadah Jaliyyah karya Syaikh 'Abdul Majid bin Mahmud Al Hatari rahimahullah

I. 'Ulumul Qur'an

1. Al 'Itqan karya Imam Jalaluddin As Suyuthi rahimahullah

J. Ushulut Tafsir

1. Muqaddimatut Tafsir karya Syaikhul Islam


K. Tafsir

Nashir Al Fahd mengatakan, “Tafsir adalah ilmu yang utama, hanya saja kitab-kitabnya tebal bahkan ringkasannya sekalipun, tidak ada yang membahasnya berbentuk matan. Oleh karena itu, sebaiknya bagi seorang pelajar untuk tidak memulai dengannya, kecuali setelah menguasai bagian dari ilmu-ilmu yang lain. Kitab-kitab tafsir itu banyak, hanya saja kebanyakan darinya tidak terlepas dari kebidahan.”[10]

1. Jami'ul Bayan fi Ta'wilul Qur'an karya Imam Ibnu Jarir Ath Thabari rahimahullah
2. Jami' li Ahkamil Qur'an karya Imam Muhammad Al Qurthubi rahimahullah
3. Tafsirul Qur'anul 'Azhim karya Imam Ibnu Katsir Ad Dimasyqi rahimahullah
4. 'Umdatut Tafsir karya Syaikh Ahmad Syakir rahimahullah
5. Tafsir Jalalain karya Jalaluddin Al Mahalli dan As Suyuthi rahimahullah
6. Fi Zhilalatil Qur'an karya Ustadz Sayyid Quthb rahimahullah
7. Tafsir Al Azhar karya Buya Hamka rahimahullah
8. 'Adhwaul Bayan karya Syaikh Muhammad Al Amin Asy Syinqithi rahimahullah
9. Taisirul Karimir Rahman karya Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa'di rahimahullah

L. Musthalatul Hadits

Nashir Al Fahd mengatakan, “Mengenai ini aku memperingatkan dua hal:
Pertama, bahwa kebanyakan buku-buku mushthalah yang ada ia berada di atas manhaj mutaakhkhirin dan menyelisihi manhaj ulama mutaqaddimin.
Kedua, sesungguhnya mempelajari  teori untuk ilmu ini tidaklah terlalu menghasilkan faedah. Jika menginginkan faedah lebih, maka hendaknya bagi seorang pelajar untuk melakukan pembelajaran ilmiah secara mandiri men-takhrij hadis, menelaah buku-buku takhrij, rijal, dan ‘ilal.”[11]

1. Al Baiquniyyah karya Syaikh Thaha Al Baiquni rahimahullah
2. Nukhbatul Fikr karya Imam Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullah

M. Hadits

1. Kutubut Tis'ah
2. Bulughul Maram dan Fathul Bari karya Imam Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullah
3. Arba'in Nawawi dan Syarh Shahih Muslim karya Imam Abu Zakariyyah An Nawawi rahimahullah
4. 'Aunul Ma'bud karya Imam Abu Thayyib rahimahullah
5. Subulus Salam karya Imam Muhammad Ash Shan'ani rahimahullah
6. Nailul Authar karya Imam Muhammad Asy Syaukani rahimahullah

N. Tarikh

1. Tarikhur Rusul wal Muluk karya Imam Ibnu Jarir Ath Thabari rahimahullah
2. Al Bidayah wan Nihayyah karya Imam Ibnu Katsir Ad Dimasyqi rahimahullah
3. Siratun Nabawiyyah karya Imam Ibnu Hisyam rahimahullah
4. Rahiqul Makhtum karya Syaikh Shafiyurrahman Al Mubarakfuri rahimahullah
5. Zadul Ma'ad karya Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyyah rahimahullah
6. Syamail Muhammadiyyah karya Imam Abu 'Isa At Tirmidzi rahimahullah
7. Daulatun Nabawiyyah karya Syaikh 'Abdul Mun'im Al Badawi rahimahullah
8. Tarikh Khulafa karya Imam As Suyuthi rahimahullah
9. Siyar A'lamun Nubala karya Imam Muhammad Adz Dzahabi rahimahullah
10. Da'watul Muqawwamatul Islamiyyah 'Alamiyyah karya 'Umar 'Abdul Hakim
11. Runtuhnya Khilafah dan Jalan Menegakkannya (kumpulan terjemah ceramah) karya Syaikh 'Abdullah 'Azzam rahimahullah
12. Daulah 'Utsmani karya Nashir Al Fahd
13. Dakwah Najd wa Harakatul Jihad, Al Ajwibah, dan Nazharat fi Da'wah Najd karya Syarif Al Hasan bin 'Ali Al Kattani

O. Takziyyatun Nufsh, Dzikr, Fadha'il 'Amal, Adab, & Akhlaq

Nashir Al Fahd mengatakan, “Menyucikan jiwa, yaitu dengan merutinkan diri dalam melakukan ketaatan, memperbanyak istigfar, selalu memperbarui tobat, dan menghindari maksiat-maksiat karena kemaksiatan termasuk penghalangan terbesar dalam menuntut ilmu. Terkadang seorang pelajar terhalangi untuk mendapatkan ilmu, hilang hafalannya, dan sulit baginya untuk memahami disebabkan dampak buruk dari maksiat.”[12]

Nashir Al Fahd juga mengatakan, “Mencukupkan diri hanya dengan tenggelam di dalam membaca buku-buku, menghafal matan-matan, menyusun tulisan ilmiah, dan membahasnya dapat mengeraskan hati dan menjadikan seorang pelajar merasa berat untuk melaksanakan ibadah, maka hendaknya ia memberi jeda/senggang waktu sesaat untuk melakukan amalan-amalan sunah di tengah masa-masa belajarnya. Kemudian ia hendaknya banyak menelaah sejarah orang-orang saleh karena itu dapat melembutkan hati dan menambah semangat dalam beramal, dengan izin Allah.”[13]

1. Adabul Mufrad karya Imam Muhammad bin Isma'il Al Bukhari rahimahullah
2. Riyyadush Shalihin dan Al Adzkar karya Imam Abu Zakariyya An Nawawi rahimahullah
3. Syarh Riyyadush Shalihin karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al 'Utsaimin rahimahullah
4. Al Ma'tsurat karya Imam Hasan Al Banna rahimahullah
5. Hisnul Muslim karya Syaikh Sa'id bin 'Ali Al Qahthani rahimahullah
6. Madarijus Salikin dan Jawabul Kafi karya Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyyah rahimahullah
7. Mukhtasharul Auraq karya Syaikh Abu Humam Al Atsari rahimahullah
8. Aktsar min Alfi Sunnatin fil Yaum wal Lailah karya Syaikh Khalid bin 'Abdirrahman Al Hussainan rahimahullah
9. Adzkar Mujahidin  karya Syaikh 'Abdullah 'Azzam rahimahullah
10. Akhaqul Mujahid karya Syaikh Abu 'Umar As Saif rahimahullah
11. Fadha'il 'Amal karya Syaikh Muhammad Al Kandahlawi rahimahullah

P. Dosa Besar

1. Al Kaba'ir karya Imam Muhammad Adz Dzahabi rahimahullah

Q. Fitnah Akhir Zaman

1. At Tadzkirah karya Imam Muhammad Al Qurthubi rahimahullah
2. Nihayyah fil Fitan wal Malahim karya Imam Ibnu Katsir Ad Dimasyqi rahimahullah
3. Al Fitan karya Imam Nu'aim bin Hammad rahimahullah
4. Asyrathus Sa'ah karya Yusuf Al Wabil

Inilah yang mampu aku tuliskan. Segala puji bagi Allah dan selawat serta salam tercurah atas Nabi Muhammad dan atas keluarganya serta sahabatnya semua.

Mahmud Fauzan Al 'Abduzhzhahir
Rajab 1441 H

Catatan kaki:

[1] Al Marji'ul 'Ilmiyyatul 'Ammah karya Syaikh Abu Bakr Al Qahthani rahimahullah, terj. Abu Mu'adz Al Jawi, hlm. 4, dengan perubahan.

[2] Ibid, hlm. 4-5, dengan perubahan.

[3] Manhajun Mujazun fi Thalabil 'Ilmi karya Nashir Al Fahd, terj. Abu Salik, hlm. 15, dengan perubahan.

[4] Yaitu ulama-ulama salaf dan yang dekat dengan waktu mereka.

[5] Yaitu ulama-ulama belakangan alias ulama kontemporer.

[6] Manhajun Mujazun fi Thalabil 'Ilmi karya Nashir Al Fahd, terj. Abu Salik, hlm. 24-25, dengan perubahan.

[7] Ibid, hlm. 21, dengan perubahan.

[8] Loc.cit.

[9] Ibid, hlm. 22, dengan perubahan.

[10] Ibid, hlm. 16, dengan perubahan.

[11] Ibid, hlm. 18-19, dengan perubahan.

[12] Ibid, hlm. 6-7, dengan perubahan.

[13] Ibid, hlm. 8, dengan perubahan.br/